Dehidrasi

August 15, 2006

Sekitar 60 persen berat badan manusia terdiri dari cairan. Setiap hari, sekitar 1,7 liter cairan di dalam tubuh keluar melalui urine, sekitar seribu mililiter keluar melalui usus (tinja), dan sekitar satu liter keluar melalui keringat dan pernafasan.

Cairan yang keluar tersebut akan digantikan oleh cairan yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman, yakni sebanyak tiga liter per hari. Jika cairan yang keluar dari tubuh terjadi secara berlebihan dan tidak diimbangi dengan cairan yang masuk, maka terjadilah dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Keluarnya cairan tubuh secara berlebihan antara lain karena muntah-muntah (diare), perdarahan, luka bakar, atau akibat banyak berkeringat karena udara panas atau suhu badan tinggi (demam tinggi).

Kurangnya cairan yang masuk juga dapat menimbulkan dehidrasi, misalnya pada anak-anak yang tidak mau minum karena menderita sakit berat, seperti pada radang selaput otak dan kasus gizi buruk. Pada iklim yang panas, orang akan banyak minum untuk menggantikan cairan yang banyak keluar melalui penguapan.

Dehidrasi pada anak dapat dibagi ke dalam tiga kelompok: ringan, sedang, dan berat. Dehidrasi ringan terjadi jika cairan yang hilang sebanyak 5 persen dari berat badan, dehidrasi berat jika cairan yang hilang 50 persen sampai 10 persen berat badan, sementara dehidrasi berat jika lebih dari sepuluh persen berat badan.

Dehidrasi ringan ditandai dengan rasa haus yang sangat, sehingga merangsang penderita untuk minum lebih banyak. Jika kebutuhah air tidak dapat dipenuhi, dehidrasi akan bertambah berat.

Dehidrasi berat ditandai dengan mata cekung dan kulit menjadi tidak elastis (bila dicubit, bekas cubitan tidak cepat kembali), yang dapat dengan mudah dilihat pada kulit perut. Bila penderita tidak segera dipulihkan, kesadaran akan menurun dan penderita akan mengalami shock, yang dapat menyebabkan kematian.

Ngga ingin dehidrasi kan???