Berpikir yang Cerdik

April 25, 2007

“Meskipun anda bukanlah seorang jenius, anda dapat mengunakan strategi yang sama seperti yang digunakan Aristotle dan Einstein untuk memanfaatkan kreatifitas berpikir anda dan mengatur masa depan anda lebih baik.”

Kedelapan statregi berikut ini dapat mendorong cara berpikir anda lebih produktif daripada reproduktif untuk memecahkan masalah-masalah. “Strategi-strategi ini pada umumnya ditemui pada gaya berpikir bagi orang-orang yang jenius dan kreatif di ilmu pengetahuan, kesenian, dan industri-industri sepajang sejarah.”

1. Lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang berbeda dan cari perspektif baru yang belum pernah dipakai oleh orang lain (atau belum diterbitkan!)

Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk menambah pengetahuan tentang suatu masalah dimulai dengan mempelajari cara menyusun ulang masalah tersebut dengan berbagai cara yang berbeda. Ia merasa bahwa pertama kali melihat masalah itu terlalu prubasangka. Seringkali, masalah itu dapat disusun ulang dan menjadi suatu masalah yang baru.

2. Bayangkan!

Ketika Einstein memikirkan suatu masalah, ia selalu menemukan bahwa perlu untuk merumuskan persoalannya dalam berbagai cara yang berbeda-beda yang masuk akal, termasuk menggunakan diagram-diagram. Ia membayangkan solusi-solusinya dan yakin bahwa kata-kata dan angka-angka tidak memegang peran penting dalam proses berpikirnya.

3. Hasilkan! Karakteristik anak jenius yang membedakan adalah produktivitas.

Thomas Edison memegang 1.093 paten. Dia memberikan jaminan produktivitas dengan memberikan ide-ide pada diri sendiri dan asistennya. Dalam studi dari 2.036 ilmuwan sepanjang sejarah, Dekan Keith Simonton, dari University of California di Davis, menemukan bahwa ilmuwan-ilmuwan yang dihormati tidak hanya menciptakan banyak karya-karya terkenal, tapi banyak yang buruk. Mereka tidak takut gagal, atau membuat kesalahan besar untuk meraih hasil yang hebat.

4. Buat kombinasi-kombinasi baru. Kombinasikan, and kombinasikan ulang, ide-ide, bayangan-bayangan, and pikiran-pikiran ke dalam kombinasi yang berbeda, tidak peduli akan keanehan atau ketidakwajaran.

Keturunan hukum-hukum yang menjadi dasar ilmu genetika modern berasal dari pendeta Austria, Grego Mendel, yang mengkombinasikan matematika dan biologi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru.

5. Bentuklah hubungan-hubungan; buatlah hubungan antara peroalan-persoalan yang berbeda

Da Vinci menemukan hubungan antara suara bel dan sebuah batu yang jatuh ke dalam air. Hal ini memungkinkan Da Vinci untuk membuat hubungan bahwa suara mengalir melalui gelombang-gelombang. Samuel Morse menciptakan stasiun-stasiun penghubung untuk tanda-tanda telegraf ketika memperhatikan stasiun-stasiun penghubung untuk kuda-kuda.

6. Berpikir secara berlawanan.

Ahli ilmu fisika Niels Bohr percaya bahwa jika andamemegang pertentangan secara bersamaan, kemudian anda menyingkirkan pikiran anda dan akal anda bergerak menuju tingkatan yang baru. Kemampuannya untuk membayangkan secara bersamaan mengenai suatu partikel dan suatu gelombang mengarah pada konsepsinya tentang prinsip saling melengkapi. Dengan menyingkirkan pikiran (logis) dapat memungkinkan akal anda untuk menciptakan sesuatu yang baru.

7. Berpikir secara metafor.

Aristotle menganggap metafora sebagai tanda yang jenius, dan percaya bahwa individual yang memiliki kapasitas untuk menerima persamaan antara dua keberadaan yang berbeda dan menghubungkannya adalah individual yang punya bakat kusus.

8. Persiapkan diri anda untuk menghadapi kesempatan.

Bilamana kita mencoba sesuatu dan gagal, kita akhirnya mengerjakan sesuatu yang lain. Hal ini adalah prinsip pertama dari kekreatifan. Kegagalan dapat menjadi produktif hanya jika kita tidak terfokus pada satu hal sebagai suatu hasil yang tidak produktif. Sebaliknya, menganalisa proses, komponen-kompnen dan bagaimana anda dapat mengubahnya untuk memperoleh hasil yang lain. Jangan bertanya, ?Mengapa saya gagal?? melainkan ?Apa yang telah saya lakukan??

What Are Phytonutrients?

February 20, 2007

Folk wisdom has always singled out fruits and vegetables as being indispensable for health, but it has only been within the last thirty years that we know why. Science and technology have isolated compounds in plants and vegetables that have literally been our life-savers. These are phytonutrients which all fruits and vegetables produce because their means of survival in the environment is through the release of disease-fighting phytochemicals. Phytochemicals stimulate the production of protective self-repairing cells in plants. They also produce the same kinds of responses in humans. For example, they release protective enzymes that inhibit cancer-producing substances, thus reducing our susceptibility to disease. It makes sense for us to harness the powers of plants in our diets. Four sources of phytonutrients that cannot be ignored if we want to remain healthy and cancer free are berries, cruciferous and dark, leafy vegetables, soy and red wine.

Berries, such as blueberries, cranberries, strawberries, blackberries, raspberries offer the highest sources of phytonutrients. They all produce a natural substance called ellagic acid which has been shown to be a good defense against carcinogens because they suppress tumor development. Blueberries have the highest antioxidant content. High in flavonoids, they also provide powerful protection against prostate cancer. Two and a half cups of fresh strawberries a day can supply enough vitamin C to help restore sperm production in men. Cranberries have been known to prevent cystisis, a painful and often recurring urinary tract infection in women. A study involving 72 postmenopausal women found that 10 ounces of cranberry juice every day reduced the likelihood of bladder infection by 58%. Cranberries have also been shown to reduce stomach ulcers and lower LDL cholesterol levels.

Cruciferous vegetables (like broccoli, Brussels sprouts, cauliflower) and dark leafy vegetables (like swiss chard, spinach) also have high levels of antioxidant phytonutrients. In a study conducted by New York’s Strang-Cornell Cancer Research Laboratory, women who consumed a diet high in cruciferous vegetables experienced a dramatic drop in estrogen levels, which means that these vegetable are definitely powerful tools for fighting against breast cancer. The assumption is that the phytochemicals in these vegetables deactivate potent estrogens, thus preventing estrogen-sensitive cells, particularly in the breast , from developing tumors. Sulforaphane, another phytochemical in cruciferous vegetables, triggers a self-defense system in the body that acts to detoxify carcinogens. Spinach contains four times more beta carotene than broccoli and is a good source of vitamins C and E. It also has high levels of photosynthetic proteins which convert sunlight into energy. Researchers at the Massachussetts Institute of Technology are harnessing the power of spinach in a new direction–creating highly cost-effective solar panels.

Soy is another phytonutrient rich food. Soy products contain genestein, which has been shown to have strong anti-cancer properties. It contains as well phytoestrogen, which has been shown to reduce the risk and spread of prostate cancer. Researchers suggest that the phytonutrient isoflavones, like phytoestrogen, may reduce the risk of breast cancer. Another isoflavone compound in soy called daidzein has also been found to improve cholesterol and triglyceride levels in women. A study conducted at the Cedars-Sinai Medical Center in Los Angeles has uncovered evidence that this estrogen-like compound is the main reason for soy’s healthy effects. Women with low estrogen levels seemed to have benefited most from daidzein, which reduced LDL cholesterol and total cholesterol levels, leading researchers to recommend that women include soy food products as part of their cardiovascular risk reduction strategies.

And last but not least is the phytonutrient, resveratrol, found in red wine, that literally makes wine drinking a cancer-fighting measure. Resveratrol is present in the leaves, twigs and bark of the grape vines. And red wine, which is fermented from grape skins, seeds and twigs tends to have large quantities of these cancer-fighting substances. Resveratrol has also been demonstrated to be a potent antioxidant (more potent than vitamin C alone) which can act synergistically with vitamin C, thus enhancing the effects of each. It also prevents the formation of blood clots and promotes the formation of new dendrites in the brain.

Let us put all these phytonutrients to good use. Why not sit down to a hearty soy burger, broccoli spears and cauliflower salad, warm berry compote and a glass of red wine? Yummy! Life cannot be better! 

Seberapa beruntungkah nomor selular Anda ??

October 17, 2006

"Feng shui adalah sebuah "tools box" yang dikembangkan dengan matematika supercanggih untuk melihat sifat positif dan negative dari distribusi energi bumi dan pengaruhnya terhadap manusia. Sejalan dengan temuan dalam ilmu psikologi lingkungan, feng shui melihat bahwa lingkungan yang balance energinya akan memberi pengaruh terhadap perilaku manusia".. kutipan dari (http://www.successenergizer.com/article_detail.asp?ArtID=212343557)

Bicara masalah Feng shui, siapa saja boleh mempercayai dan juga boleh tidak mempercayainya. Its depend to each personemoticon..

Sekarang, saya bukan membahas Feng shui, tetapi hanya ingin berbagi sebuah link yang berhubungan dengan itu. Ada sebuah situs yang memberikan arti dari sebuah nomor selular (red : nomor kartu handphone–> istilah kerennya)emoticon, yaitu : http://www.msn.com.sg/geomancy/telephone/default.asp.

Saya coba masukkan nomor handphone, dan hasilnya sangat menggembirakan, "Very Auspicious Number".. he.. he..
 
Selamat mencoba..emoticon

Beberapa Istilah Selular

September 9, 2006

Handphone''
Premium Call
Premium call, artinya menggunakan nomor premium yang memiliki trarif lebih mahal dari nomor biasa. Untuk memiliki nomor ini, Anda harus mengajukannya ke Telkom. Jika menggunakan premium call, maka ada sebuah alat tambahan yang dinamakan IVR. Alat ini dipasang untuk mengaktifkan suara yang digunakan sebagai pengganti operator. Alat ini dipasangkan ke sebuah server untuk memproses data yang diterimanya.
Setelah data diterima dan diproses, maka server akan meneruskan datanya ke sebuah SMS gateway. Kemudian SMS gateway akan mengirim pemberitahuan pada nomor yang diinginkan dengan SMS. Melalui SMS inilah, seseorang dengan nomor yang dituju dapat mengikuti instruksi men-download, baik ringtone maupun gambar.

Premium SMS
Sama halnya dengan premium call, tarif SMS dengan premium SMS juga akan lebih mahal dari tarif SMS biasa. Bedanya jika pada premium call, penyedia jasa meminta nomor pada Telkom, maka pada premium SMS, seorang penyedia jasa harus meminta nomor pada operator telepon. Bila ingin mendapatkan nomor yang sama, itu tandanya si penyedia jasa harus memeriksa nomor yang diinginkan ke operator. Sebab bisa saja pada oparator yang lain nomor sudah dipergunakan. Biasanya premium SMS ini menggunakan empat digit angka.
Meminta nomor premium tidak semudah yang dibayangkan. Biasanya setiap operator harus mengetahui terlebih dahulu, seberapa perlunya nomor tersebut. Jika tidak akan terlalu banyak yang akan menggunakan nomor tersebut, maka nomor tersebut tidak akan diberikan. Dan status nomor ini juga akan terus di-review setiap jangka waktu tertentu, untuk melihat kelanjutannya. Jika dianggap menurun, maka ada kemungkinan nomor ini akan dihentikan. Nilai quota yang yang cukup besar dari SMS premium inilah yang menjadikan penggunanya tidak terbatas pada satu kegiatan saja. Untuk satu nomor premium SMS dapat digunakan untuk banyak keperluan.

Direct SMS (Menggunakan Token)
Yang disebut dengan direct SMS adalah menggunakan nomor GSM biasa. Biasanya dengan cara ini seseorang yang akan men-download harus membeli token terlebih dahulu. Sebab ketika ia mengirim SMS, maka biaya pengirimannya akan bertarif sama dengan SMS biasa. Biaya kontennya sendiri akan dibebani pada nilai token yang dibelinya.
Ketiga cara di atas masing-masing membutuhkan sistem SMS gateway yang sangat mirip, terlebih lagi untuk proses pengiriman data (ringtone atau gambar) yang sifatnya harus melalui SMS. Namun untuk ketiganya masing-masing memiliki sistem billing yang sangat berbeda. Sedangkan untuk ringtone dan gambarnya sendiri dapat dibuat dengan software-software pembuat ringtone dan gambar yang kini juga telah banyak beredar di Internet.
Sayangnya bisnis ini sudah mulai ditinggalkan, mengingat teknologi ponsel sendiri telah semakin maju. Tidak hanya kita dapat membuat sendiri ringtone dengan fitur composer yang disediakan oleh beberapa ponsel, namun juga dengan kehadiran komunikasi data yang semakin tanpa batas. Membuat setiap pemilik ponsel dapat dengan bebas bertukar ringtone atau gambar tanpa harus men-download. Bahkan dengan kehadiran fitur-fitur seperti infrared, Bluetooth, dan kabel data, membuat para pengguna ponsel tidak hanya menginteraksikan ponselnya dengan sesama pemilik ponsel, namun juga dengan komputer yang tentu saja dapat melakukan lebih banyak lagi.

Source : pcmedia

Nge ‘Gosip’

September 2, 2006

Klo bicara masalah nge “gosip”, maka yang tersirat di benak saya adalah “ngomongin yang ngga bener?”. Hal yang satu ini pernah saya alamin dalam hidup saya. Bayangkan, ketika seseorang ngegosipin sesuatu yang ngga bener mengenai diri kita, ditambah dengan bumbu-bumbu dapur yang telah diolah menjadi sebuah ramuan yang enak untuk di dengar oleh orang lain?.? Apa yang akan Anda lakukan? Memarahinya atau bahkan memusuhinya?
Perilaku individu yang suka “Ngegosip” ini akan terus berkembang sampai seseorang menyadari bahwa hal itu tidak bener. Pertanyaannya, kapan hal itu bisa disadari oleh seseorang?

Tanya Kenapa?