Membuat Linux Live CD

September 7, 2006

Tertarik untuk membuat Linux Live CD ? Mungkin link berikut akan membantu mewujudkan impian anda.

http://ibuild.livecd.net/

http://livecd.berlios.de/

http://www.babytux.org/articles/howto/how2livecd.php

http://www.linux-live.org/

Distro tertentu:

Knoppix:

http://www.knoppix.net/docs/index.php/KnoppixRemasteringHowto

Knoppix dan Kanotix:

http://grow-knoppix.berlios.de/

Morphix:

http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=71814&package_id=78780

Gentoo:

http://forums.gentoo.org/viewtopic.php?t=244837

http://forums.gentoo.org/viewtopic.php?t=57754

Mandrake / Mandriva:

http://livecd.berlios.de/?Documentation:HowTo_Create_A_LiveCD

http://mandrakeusers.org/lofiversion/index.php/t10855.html

Arch Linux:

http://wiki2.archlinux.org/index.php/Build%20your%20own%20live%20CD

Linux From Scratch:

http://www.linuxfromscratch.org/hints/downloads/files/2.6-udev-nptl-bootcd.txt

PC Linux OS:

http://os.newsforge.com/article.pl?sid=05/04/15/134251&from=rss

http://community.qgis.org/index.php?option=com_content&task=view&id=63&Itemid=2

Source Mage:

http://wiki.sourcemage.org/index.php?page=HOWTO-Source+Mage+LiveCD

Ubuntu:

http://www.ubuntulinux.org/wiki/LiveCDCustomizationHowTo

SLAX:

http://slax.linux-live.org/doc_development.php

Puppy Linux:

http://www.goosee.com/puppy/puppy-unleashed.htm

Busybox dan OpenSSH:

http://souptonuts.sourceforge.net/cdrom.htm

Rescue CD:

http://www.phenix.bnl.gov/~purschke/RescueCD/

http://www.tldp.org/HOWTO/Bootdisk-HOWTO/index.html

Memahami Perintah Dasar Linux

September 6, 2006

Secara umum perintah-perintah Linux dan UNIX memiliki sintaks sbb :
perintah [option…] [argumen…]
Option merupakan pilihan yang dapat kita gunakan untuk memberikan hasil tertentu dari suatu perintah.
Argumen umumnya merupakan sesuatu yang akan diproses oleh perintah, misalnya nama file atau nama direktori.
Tanda [ ] merupakan simbol bahwa option dan argumen tidak harus selalu digunakan dalam menjalankan perintah.
Tanda titik-titik menandakan bahwa baik option dan argumen dapat lebih dari satu.
Seluruh perintah dalam Linux dan UNIX bersifat case sensitive, jadi perintah LS akan dianggap berbeda dengan ls.
Sekarang kita mulai dengan perintah-perintah dasar yang umum digunakan dalam Linux :

ls
Perintah ini merupakan perintah untuk menampilkan isi suatu direktori. Perintah ini mirip seperti perintah dir dalam DOS.
Ada beberapa cara untuk menggunakan perintah ini, misalnya :
# ls
# ls -l
Untuk mengetahui lebih lengkap tentang perintah ls, silakan lihat di manual dengan perintah man ls.
more
Perintah more dapat digunakan untuk melihat isi suatu file teks dengan layar per layar. untuk keluar dari tampilan more dengan menekan tombol q.
cat
Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi file ke layar tanpa fasilitas tampilan layar per layar.
Biasanya digunakan bersamaan dengan pipeline atau redirection. Misal untuk menampilkan isi file /etc/passwd dan /etc/group, gunakan perintah :
# cat /etc/passwd /etc/group
cd
Perintah ini mirip seperti perintah cd dalam DOS yaitu digunakan untuk pindah ke direktori tertentu. Contoh perintah :
# cd /home/fajar
Untuk menuju kembali ke direktori /home, maka digunakan perintah :
# cd ..
cp
Perintah ini digunakan untuk mengkopi suatu file atau direktori. misalnya :
# cp contoh1 contoh2
Perintah di atas maksudnya akan mengkopi contoh1 ke file contoh2. Untuk mengkopi seluruh direktori menggunakan perintah :
# cp -R /home/fajar /home/zebua
mv
Perintah ini digunakan untuk memindahkan suatu file ke lokasi lain atau dengan nama lain. Contoh :

# mv contoh1.php contoh2.php
#mv contoh1.php /home/fajar/contoh2.php
rm
Perintah ini digunakan untuk menghapus direktori atau file. Perintah ini mirip dengan perintah del dalam DOS. Dalam menggunakan perintah ini agar hati-hati karena dalam Linux tidak ada perintah undelete atau unerase. Contoh penggunaan rm sbb :
#rm contoh1.php
Untuk menghapus suatu direktori gunakan perintah :
#rm /home/fajar/temp
mkdir
Perintah ini digunakan untuk membuat direktori. Misalnya :
#mkdir contoh
Pipeline
Pada Linux dan UNIX, hasil keluaran suatu proses program dapat diberikan sebagai input pada proses lainnya. Contohnya :

#ls -l /home/fajar | more
grep
Perintah grep digunakan untuk men-filter masukan dan menampilkan dalam bentuk baris-baris yang sesuai dengan pola yang anda inginkan. Contoh :

# ps ax |grep wvdial
Redirection
Di dalam Linux atau UNIX, anda dapat membelok-belokkan standar input, output ataupun standar error menuju tujuan lain.
Misalnya anda dapat membelokkan standar output suatu program ke file atau membelokkan standar input suatu program dari suatu file.
Proses pembelokkan ini disebut redirection dan di *NIX digunakan simbol > (untuk membelokkan standar output ke file) dan simbol < (untuk membelokkan standar input dari file). Contoh :

Untuk menyimpan tampilan isi seluruh directori /etc ke sebuah file, gunakan perintah :

#ls -lR /etc > isi-etc
Untuk menambahkan isi file isi-etc dengan data lain, gunakan simbol >> (append) pada redirection, misal :

#ls -lR /home/fajar >> isi-etc

Untuk membuat perintah mensortir data yang terdapat pada file contoh.txt dapat digunakan perintah :

#sort < contoh.txt
Perintah-perintah di atas adalah perintah-perintah yang sering digunakan dalam Linux atau UNIX. Bila anda masih merasa kesulitan silakan baca manual-nya terlebih dahulu. Karena membaca manual itu sangat penting bila kita sering meng-oprek Linux atau UNIX. Dari manual itu kita bisa mendapat solusi dari masalah yang kita hadapi .

Moga membantu.:)

Konfigurasi LILO Sesuai dengan Keinginan

September 5, 2006

LILO adalah loader boot, yang dapat digunakan untuk memilih Linux, MS-DOS atau sistem operasi lain pada saat boot. Biasanya distribusi Anda secara otomatis mengkonfigurasi LILO pada suatu tahapan instalasi (kecuali bila Anda menggunakan OS/2, ini adalah hal yang Anda harus lakukan). Bila tidak, Anda dapat melewati bagian ini.

Bila Anda menginstall LILO sebagai boot loader primer, maka LILO akan menangani proses booting tahap pertama untuk semua sistem operasi pada drive Anda. Hal ini bekerja baik bila MS-DOS adalah satu-satunya sistem operasi yang Anda install. Tetapi Anda mungkin memiliki OS/2 pada drive itu, yang mempunyai Boot Manager sendiri. Dalam kasus ini, gunakananlah Boot Manager OS/2 sebagai boot loader primer dan gunakan LILO hanya untuk memboot Linux (sebagai boot loader sekunder).

Ada hal yang perlu diperhatikan bagi Anda yang menggunakan sistem EIDE: karena keterbasan BIOS, maka boot sector pada sistem operasi harus berada pada salah satu dari dua disk yang pertama. Kalau tidak maka LILO akan hang sesaat setelah menuliskan “LI”, tidak peduli dari mana Anda menjalankannya.

Bila Anda harus mengkonfigurasikan LILO secara manual, maka proses ini dilakukan dengan menyunting file /etc/lilo.conf. Di bawah ini dijelaskan contoh dari suatu konfigurasi LILO, yang partisi Linuxnya ada pada /dev/hda2, dan MS-DOS dipasang pada /dev/hdb1 (pada hard disk kedua).

# Beritahu LILO untuk menginstall dirinya pada boot loader utama pada
# /dev/hda
boot = /dev/hda
# nama boot image yang diinstall; sebaiknya jangan dirubah
install = /boot/boot.b
# Entri untuk memboot Linux
image = /vmlinuz # Kernelnya adalah /vmlinuz
label = linux # Beri nama “linux”
root = /dev/hda2 # Gunakan /dev/hda2 sebagai filesystem root
vga = ask # Tanyakan user mode VGA
append = “aha152x=0x340,11,7,1″ # Tambahkan ini sebagai pilihan boot,
# untuk mendeteksi kontroler SCSI
# Entri untuk boot MS-DOS
other = /dev/hdb1 # Ini adalah partisi MS-DOS
label = msdos # Beri nama “msdos”
table = /dev/hdb # Tabel partisi ada pada drive kedua
Setelah menyunting file /etc/lilo.conf, jalankanlah file /sbin/lilo dalam account root.Program ini akan menginstall LILO pada drive Anda. Perhatikan bahwa Anda harus menjalankan lagi /sbin/lilo setelah mengkompilasi kernel agar boot loadernya diset dengan benar (Jangan terlalu memikirkan hal ini, tapi ingat-ingat saja). Perhatikan bagaimana cara menggunakan pilihan append pada file /etc/lilo.conf untuk menentukan parameter boot sebagaimana kita lakukan pada boot disk.

Sekarang Anda dapat mereboot sistem. Secara default, LILO akan memboot sistem operasi yang terdaftar pertama kali pada file konfigurasi, yang dalam contoh di atas adalah Linux. Cara untuk menampilkan menu boot (misalnya untuk memilih sistem operasi lain) adalah dengan cara menekan tombol shift atau ctrl pada saat boot; kemudian Anda akan melihat prompt seperti ini: Boot:

Kemudian tuliskanlah nama sistem operasi yang ingin diboot (yang diberikan pada baris label pada file konfigurasi; yang dalam contoh di atas adalah linux atau msdos, atau tekan saja tombol tab untuk melihat daftar sistem yang tersedia.

Kemudian sekarang anggap saja Anda ingin menggunakan LILO sebagai boot loader sekunder; misalnya jika Anda ingin memboot Linux dari Boot Manager milik OS/2. Untuk melakukan boot partisi Linux dari Boot Manager OS/2, sayangnya, Anda harus membuat partisi dengan menggunakan FDISK milik OS/2, dan format partisi itu sebagai FAT atau HPFS agar OS/2 bisa mengenalinya. (Itulah IBM untuk Anda.)

Untuk membuat LILO memboot Linux dari Boot Manager OS/2, maka install saja LILO pada file system root Linux (dalam contoh di atas adalah /dev/hda2). Dalam kasus ini, file konfigurasi Anda akan terlihat semacam ini:

boot = /dev/hda2
install = /boot/boot.b
compact
image = /vmlinuz
label = linux
root = /dev/hda2
vga = ask

Perhatikan perubahan pada baris boot. Setelah menjalankan /sbin/lilo maka seharusnya Anda dapat menambahkan partisi Linux ke Boot Manager. Mekanisme ini juga seharusnya bisa bekerja untuk boot loader yang digunakan pada sistem operasi yang lain.